Pelatihan MemBumi: Transisi untuk Aksi yang diselenggarakan oleh PlastikDetox pada Selasa, 30 September 2025 di Desa Sanur Kauh menjadi salah satu pengalaman berharga bagi saya selama menjalani masa magang. Kegiatan ini memberikan banyak pembelajaran baru mengenai pengelolaan sampah dan pentingnya perubahan perilaku dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Saya merasa pelatihan ini dirancang dengan cara yang menarik, interaktif, dan menyenangkan, sehingga seluruh peserta dapat terlibat secara aktif dari awal hingga akhir kegiatan.
Sejak sesi pembukaan, suasana pelatihan terasa berbeda. Fasilitator dari PlastikDetox mengajak peserta untuk berkenalan dan melakukan ice breaking agar suasana menjadi lebih akrab dan terbuka. Kegiatan tersebut membuat saya merasa lebih nyaman untuk berinteraksi dan berdiskusi dengan peserta lainnya. Kami juga dibagi menjadi beberapa kelompok dengan nama dan karakter yang mewakili elemen alam, yaitu udara, tanah, air, dan lebah, yang menggambarkan peran penting dalam keseimbangan ekosistem. Pembagian ini tidak hanya bertujuan agar pelatihan lebih teratur, tetapi juga untuk membangun rasa kebersamaan dan semangat kolaboratif di antara peserta.
Salah satu bagian yang paling berkesan bagi saya adalah Games GerCep (Gerak Cepat). Dalam permainan ini, setiap kelompok diminta untuk memilah berbagai jenis sampah berdasarkan kategori daur ulang, residu, dan limbah berbahaya. Melalui kegiatan ini, saya menyadari bahwa pengetahuan saya tentang pengelolaan sampah masih sangat terbatas. Banyak jenis sampah yang selama ini saya anggap bisa didaur ulang, misalnya sachet minuman, bungkus mie instan, dan styrofoam ternyata termasuk dalam kategori residu yang sulit diolah kembali. Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa pengelolaan sampah memerlukan pemahaman yang tepat agar tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari.
Selain itu, sesi Panggung PlastikDetox juga memberikan pengalaman yang menarik. Setiap kelompok diminta untuk menampilkan permainan peran berdasarkan permasalahan yang diberikan. Kegiatan ini melatih kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama tim dalam mencari solusi terhadap isu lingkungan. Saya belajar bahwa menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga membutuhkan koordinasi dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, dan masyarakat.
Materi mengenai mikroplastik dan nanoplastik juga memberikan wawasan baru bagi saya. Saya menjadi lebih memahami bahwa dampak plastik tidak hanya terlihat secara kasat mata, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan manusia dan ekosistem secara keseluruhan. Fakta bahwa partikel plastik kini dapat ditemukan di udara, tanah, air, bahkan makanan, membuat saya semakin menyadari urgensi perubahan perilaku dalam penggunaan plastik sehari-hari. Hal ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab pribadi untuk menjadi bagian dari solusi, bukan hanya penonton terhadap permasalahan lingkungan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, saya juga mengenal konsep 3P, yaitu Penggunaan ulang, Pengurangan bertahap, dan Pikir ulang. Prinsip ini mendorong saya untuk lebih bijak dalam menggunakan produk sehari-hari dan menumbuhkan kebiasaan hidup yang lebih berkelanjutan. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya mulai berusaha membawa botol minum sendiri, menolak kantong plastik, serta memilih produk yang dapat digunakan kembali untuk mengurangi timbulan sampah.
Berdasarkan pengalaman tersebut, saya dapat menyimpulkan bahwa pelatihan MemBumi: Transisi untuk Aksi memberikan pengalaman yang tidak hanya memperluas pengetahuan saya, tetapi juga membentuk pola pikir baru mengenai pentingnya aksi nyata bagi lingkungan. Kegiatan ini mengajarkan saya bahwa menjaga bumi dapat dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Namun, menurut saya waktu pelatihan terasa cukup singkat sehingga beberapa materi menarik seperti pembahasan mikroplastik dan praktik pemilahan sampah bisa dikembangkan lagi. Saya berharap kegiatan serupa ke depannya dapat berlangsung lebih lama dan melibatkan lebih banyak peserta agar dampaknya makin luas.
Penulis: Ida Ayu Keisha Marsyanti Manuaba
Profil Penulis: Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional di Universitas Udayana yang memiliki ketertarikan pada isu lingkungan dan keberlanjutan. Aktif mengikuti kegiatan sosial dan pelatihan yang berfokus pada pengurangan sampah plastik serta aksi ramah lingkungan. Melalui pelatihan MemBumi: Transisi untuk Aksi, berupaya memperluas wawasan sekaligus menumbuhkan semangat untuk berkontribusi dalam pelestarian bumi.
Penyunting: Ni Luh Sri Junantari



