Dari Tawa ke Aksi: Pengalaman Pelatihan MemBumi

Pagi itu, udara di Kantor Perbekel Desa Sanur Kauh terasa segar, diselingi suara tawa yang memenuhi ruangan. Pada Selasa, 30 September 2025, PlastikDetox mengadakan kegiatan Pelatihan MemBumi: Transisi untuk Aksi Manajemen Sampah, yang diikuti oleh PKK, kepala dusun, BPD, dan pelaku UMKM. Pelatihan ini berlangsung dari pukul 09.30 hingga 12.00 WITA, dengan tujuan menumbuhkan kesadaran dan aksi nyata dalam mengelola sampah di lingkungan masing-masing. Melalui pendekatan interaktif dan permainan edukatif, kegiatan ini ingin menjawab tantangan: bagaimana masyarakat bisa beralih dari tahu menjadi mau bertindak demi lingkungan yang lebih bersih dan sehat?

Suasana pelatihan terasa hangat sejak awal. Kami saling tersenyum, ada yang tampak antusias, ada pula yang kebingungan saat mengikuti pre-test tentang pengelolaan sampah. Tim fasilitator dari PlastikDetox membuat kegiatan terasa menyenangkan dengan permainan sederhana dan penuh canda. Tidak ada rasa canggung di antara peserta, semua belajar bersama dengan semangat yang sama. Suasana yang akrab membuat pelatihan terasa seperti ruang bermain sambil berpikir dan berbagi cerita.

Pada sesi awal, peserta diperkenalkan dengan Prinsip 3P: Penggunaan Ulang, Pengurangan Bertahap, dan Pikir Ulang. Banyak yang mengangguk saat menyadari bahwa kebiasaan kecil seperti membawa wadah sendiri atau menolak plastik sekali pakai bisa berdampak besar bagi lingkungan. Setelah itu, kami diajak bermain Game GerCeP (Gemar Cegah & Pilah), di mana peserta berlomba memilah sampah dengan cepat dan tepat. Sorak-sorai memenuhi ruangan, terutama ketika ada kelompok yang tampak kebingungan membedakan antara sampah B3 dan residu. Banyak yang tanpa sadar memasukkan baterai atau bohlam ke kotak daur ulang, padahal termasuk kategori B3. Kegiatan dilanjutkan dengan Panggung PlastikDetox, permainan peran yang menggambarkan persoalan biopori dan penghijauan di desa. Melalui adegan lucu dan spontan, peserta belajar mencari solusi sederhana dari masalah lingkungan sehari-hari dengan cara yang kreatif dan menyenangkan.

Para peserta mengaku mendapatkan banyak hal baru dari pelatihan ini. Mereka belajar cara mencegah dan menanggulangi sampah agar lingkungan tetap segar, mengenal jenis sampah berbahaya seperti baterai, serta memahami bahwa menyampaikan pesan lingkungan tidaklah mudah. Banyak yang menilai materi pelatihan padat tetapi bermanfaat, dengan cara penyampaian yang menyenangkan dan mudah dipahami. Peserta juga menyadari pentingnya berbuat baik bagi lingkungan, sekecil apa pun tindakannya, karena perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang konsisten dan tulus.

Menjelang akhir kegiatan, setiap peserta menulis komitmen aksi di kertas dan menempelkannya pada “Pohon Komitmen.” Ada yang menulis “Membiasakan bawa tas belanja dari rumah,” ada pula yang menulis “Memperbanyak tanaman di sekitar kita.” Momen itu terasa hangat dan penuh harapan, seolah menjadi simbol lahirnya semangat baru. Kegiatan ditutup dengan foto bersama dengan wajah-wajah ceria dan tawa lepas masih terlihat di antara peserta yang bersemangat membawa pulang nilai-nilai pelatihan ke kehidupan sehari-hari.

Melalui Pelatihan MemBumi, kami belajar bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari hal besar. Kadang, langkah kecil seperti menolak plastik sekali pakai, memilah sampah atau menyiram tanaman bisa menjadi awal dari transisi menuju aksi. Harapannya, semangat ini tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi tumbuh di setiap rumah, gang, dan komunitas di Desa Sanur Kauh, karena bumi yang bersih selalu dimulai dari satu tindakan sederhana yang dilakukan bersama.

Penulis: Ni Putu Ayu Chanda Gayatri
Profil Penulis: Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Udayana yang sedang magang di PlastikDetox. Terlibat dalam kegiatan sosial yang berhubungan dengan kepedulian lingkungan dan kemanusiaan, seperti kunjungan ke panti asuhan, serta aksi bersih-bersih pantai. Percaya bahwa perubahan besar berawal dari langkah kecil yang dilakukan bersama dengan niat baik dan konsistensi.

Penyunting: Ni Luh Sri Junantari